.

.
Breaking News
Loading...
Jumat, 06 April 2012

sistem periodik unsur


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.
Berkembangnya displin ilmu yang semenjak abat ke-19 mulai terus menerus berlanjut, telah mengubah suatu paradikma yang kini menjadi tren diseluruh dunia, yakni persaaingan akan kwalitas pendidikan, tidak itu saja aplikasi ilmu pengetahuan dan keilmuam lainya kedalam dunia kerja seperti pemanfaatan teknologi, pemanfaatan bahan kimia dan sebaginya juga semakin marak digalakkan pada setiap negara.
Karena persaingan yang semakin ketat itulah diharapkan para calon pemimpin juga para calon guru diharapkan bisa terus menerus berbenah dan mulai memeras kringat untuk belajar,dan terus belajar serta berkarya sesuai tuntutan hari ini dan hari esok, sehingga dengan keprofesionalannya kedepan bisa bermanfaat bagi kelangsungan roda kehidupan terutama pendidikan dinegara kita indonesia.
Diharapkan dengan terus berusaha melakukan yang terbaik  untuk meningkatkan pengetahuan, misal membuat makalah sesuai mata kuliah yang diajarkan, semoga kedepannya cita-cita untuk menjadi dan mendapatkan tenaga pengajar dan pemuda yang professional sesuai bidangnya dapat terpenuhi .

B.    Rumusan masalah
Sesuai dengan pembatasan masalah diatas, maka kami mempunyai suatu rumasan masalah sebagai berikut;
1.    Apakah yang dimaksut dengan sistem periodik unsur ?
2.    Bagaimana sejarah  perkembangan sistem periodik unsur ?
3.    Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang menjadi tolak ukur atau kaidah yang digunakan dalam penyusunan sistem periodik ?
4.    Bagaimana dan apa sajakah yang terdapat dalam sistem periodik unsur ?

C.    Tujuan.
Tujuan dari makalah ini adalah:
1.    Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah kimia umum.
2.    Agar mahasiswa memperoleh banyak pengetahuan dengan adanya tugas kimia ini
3.    Melatih mahasiswa untuk belajar bekerjasama dengan teman sekelompok.
4.    Mahasiswa dalam arti ini penulis dapat langsung menimba ilmu dari sumber-sumber dalam pembuatan makalah ini.


D.    Manfaat
Makalah ini bisa bermanfaat untuk:
1.    Menambah pengetahuan terutama mengenai pembahasan makalah ini
2.    Melatih mahasiswa untuk gemar membaca dan mencari sumber pembuatan makalah ini.
3.    Mempermudah pembaca dalam menambah pengetahuaan















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Sisem Periodik Unsur
Sistem periodik merupakan susunan unsur-unsur berdasarkan sifat-sifat dan kriteria tertentu, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai sistem periodik yang sesuai atau yang digunakan sekarang, terlebih akan dibahas sejarah mengenai sistem periodik unsur.

B.    Sejarah Perkembangan Sistem Periodik
Usaha-usaha untuk mengelompokkan sistem periodik unsur telah dimulai sejak para ahli ( sekitar abad ke -18 ) menemukan makin banyak unsur. Pengelomokan yang paling sederhana ialah membagi unsur manjadi logam dan non logam. Namun pengelompokan unsur yang paling baik saat ini adalah sistem periodik insur yang moderen. Berikut ini adalah teori atau hukum tentang pengelompokan unsur, antara lain :
1.    Hukum triad triad doberenier (1780-1849)
Pengemukanya adalah john walfgang doberenier, hukum triad ini menyatakan : “ bila unsur – unsur dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifat dan diurutkan masa atomnya, maka setiap kelompok terdapat tiga unsur dengan masa unsur yang ditengah merupakan rata- rata dari masa unsur yang tepi.
2.    Hukum oktaf newlands ( 1838-1889 )
Pada tahun 1864 A.R newlands mengemukakan hukum oktaf yang berbunyi : “ unsur-unsur yang disusun berasarkan kenaikan masa atom relatifnya, ternyata setiap selisih 1 oktaf ( unsur kesatu dan kedelapan, unsur kedua dan ke sembilan ) menunjukkan kemiripan sifat.
3.    Sistem periodik mendeleev ( 1834 -1907 )
Pada tahun 1869, ilmuan rusia yang bernama dimitri ivonavitch mendeleev menyatakan bahwa” bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan masa atomnya maka sifat unsur akan berulang secara periodik”, ia membuat tabel dan menempatkan unsur-unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam lajur vertikal yang disebut golongan dan pada lajur horisontal diisikan unsur-unsur berdasarkan kenaikan masa atom relatif yang disebut periode.
4.    Sistem periodik moderen.
Pada tahun 1941, henry g.j. moseley (1887- 1915) melakukan eksperimen dan menyimpulkan bahwa sifat dasar atom adalah nomor atom dan bukan massa atom relatif. Menurut moseley “ bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom maka sifat unsur akan berulang secaraperiodik”. Sistem periodik moderen diknal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang, dimana terdapat lajur mendatar ( horisontal ) yang disebut periode dan lajur tegak ( vertikal ) ynag disebut golongan, hingga sekarang tabel periodik yang dgunakan adalah tabel periodik ini.

Dari sejarah diatas disimpulkan bahwa saat ini yang digunakan adalah sistem periodik unsur ( SPU ) atau sistem periodik moderen, yang mempunyai pengertian yaitu suatu gambar susunan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Dan setelah itu akan dibahas mengenai nomor atom dan sifat SPU.

C.    Nomor Atom Dalam Strtuktur Atom
Didalam struktur atom ada 3 partikel penyusun suatu atom, yaitu partikel positif, partikel(+), negative (-) dan netral (0), didalam susunan atom ada sebuah aturan penulisan yang biasanya disebut lambang atom, lambang-lambang atom tersebu digunakan untuk menentukan muatan positif yang disebut proton, muatan negatif yang disebut elektron, dan juga muatan netral yang disebut neutron,
                                   keterangan:
X = Lambang Unsur
A = Nomor Massa unsur
Z = Nomor Atom Unsur

Nomor masa ( A ) adalah suatu unsur yang menyatakan jumlah nukleon (proton + neutron) dalam inti atom.nomor atom (Z) adalah jumlah proton yang terdapat pada inti atom suatu unsur, jika atom bersifat netral maka dalam atom jumlah proton sama dengan jumlah elektron, namun jika atom atom dapat melepas elektron maka atom berubah menjadi ion positif, sebaliknya jika atom berubah menerima elektron maka atom berubah menjadi ion negatif. Nomor atom juga menentukan jumlah elektron dalam unsur itu sehingga nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron, berikutnya akan dibahas mengenai nomor atom yang digunakan untuk menentukan konfigurasi elektron yang bekaitan dengan pembentukan susunan pada sistem periodik unsur.

D.    Sifat Sifat Sistem Periodik Unsur
      D.1.Jari -jari atom
Jari-jari atom yaitu jarak antara inti atom dan elektron kulit  terluar.dalam satu periode dari kiri kekanan semakin pendek, sedangkan dalam satu golongan dari atas kebawah jari-jari atom semakin panjang

D.2.Potensi ionisasi (energi ionisasi)
Energi yang dibutuhkan untuk melepas sebuah electron dari atom netralnya. Dalam satu glongan dari atas ke bawah energi ionisasi semakin kecil, sementara dalam satu periode dari kiri kekanan energi ionisasi semakin besar

D.3.Afinitas elektron
Afinitas elektron adalah energi yang dibebaskan oleh atom netral dalam bentuk gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negative. Semakin negative harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima elektron dan semakin relative pula unsurnya.

D.4.kelektronegatifan
Kelektronegatifan adalah kemapuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa,  makin besar harga keelektronegatifan, maka atom akan semakin mudah menarik pasangan elektron ikatan atau gaya tarik elektron dari atom tersebut kuat.

D.4.Logam dan non logam dalam sistem periodik unsur
Unsur yang makin mudah melepas elektron makin kuat sifat logamnya.unsur yang makin kuat menarik elektron, makin kuat sifat nonlogamnya.

E.    Hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik unsur.
Pada penjabaran sebelumnya telah dibahas masalah nomor atom yang dari situ diketahui nomor atom menentuakan jumlah elektron, berdasarkan teori atom bohr, elektron yang berada disekitar inti atom mempunyai tingkat energi tertentu yang disebut kulit atom. Kulit atom inilah yang akan pula menentuakan bilangan kuantum suatu unsur. Setiap kulit dinyatakan dengan lambang berturut-turut. Kulit juga menentukan tingkat energi elektron, makin jauh dari inti, atom akan makin tinggi tingkat energi elektronnya.
E.1 konfigurasi electron perkulit (K, L, M)
Dengan keterangan jumlah kulit menunjukkan nomor periode sedangkan jumlah elekteron valuensi( EV) menunjukkan nomor golongan, missal:
19K  =  2, 8, 8, 1 
Dari atas menunjukkan electron valuensi 1 jadi golongannya adalah 1A, sedang jumlah kulitnya ada 4 berarti periodenya adalah 4.
E.2 konfigurasi persub kulit
Dengan penjabaran sebagai berikut:
1.    periode ditunjukkan oleh kulit terluar
2.    golonga ditentukan oleh jumlah electron
a.    unsur utama (golongan A) ditunjukkan oleh jumlah elekteron pada sub kulit s dan p dari kulit terluar.
b.    unsur golongan transisi (golongan B) ditunjukkan oleh sub kulit s dan d dari kulit terluar.
 Ada tiga aturan dalam konfigurasi elektron yaitu:
1)    Asas Aufbau
Asas Aufbau menyatakan pengisian orbital selalu dimulai dari sup kulit dengan tingkat energi yang lebih rendah kemudian ketinggi,urut-urutan tingkat energi bila ditulis mendatar sebagai berikut
1s,2s,2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s…,dan seterusnya.
2)    Asas larangan Pauli
yaitu: tidak ada dua elektron dalam satu orbital yang memiliki keempat bilangan kuantum yang sama.
3)    Kaidah Hund
bahwa pada orbital –orbital yang mempunyai energi setingkat elektron-elektron tidak akan membentuk psangan sebelum masing-masing orbital setingkat itu terisi sebuah elektron.
selebihnya akan diulas pada pembahasan terakhir.

F.    Blok-Blok Pada Sistem Periodik Unsur
1.    Blok s
Golongan 1A ( alkali ) dan IIA (alkali tanah)
2.    Blok p
Golongan IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, VIIIA
3.    Blok d
Golongan IB sampai dengan golongan VIIIB (golongan transisi)
4.    Blok f
Unsur- unsur transisi dalam (deret lantanida dan deret aktinida).

G.    Cara Menentukan Golongan dan Periode.
1.    Cara menentukan golongan utama.ciri-cirinya seperti tabel dibawah ini dengan kulit terluar (n) meneunjukkan periode, sedang pangkat menunjukkan golongan :


Nomor golongan    Nama golongan    struktur
IA    Golongan alkali    ns1
IIA    Golongan alkali tanah    ns2
IIIA    Golongan boron    ns2np1
IVA    Golongan karbon    ns2 np2
VA    Golongan nitrogen    ns2 np3
VIA    Golongan oksigen    ns2 np4
VIIA    Golongan halogen    ns2 np5
VIIIA    Golongan gas mulia    ns2 np6

Catatan:
1.    Hydrogen (H) dengan konfigurasi elektron 1s1 tidak termasuk golongan alkali ( IA ), karena pada alkali tanah sifatnya adalah logam sementara pada hydrogen adalah gas.
2.    Helium  ( He ) dengan kofigurasi elektron 1s2  tidak  termasuk golongan alkali tetapi termasuk gas mulia

Berikut beberapa contoh menentukan letak unsure dalam system periodic unsure pada golongan utama:
Contoh 1: 
11Na  =  1s2,2s2, 2p6, 3s1
Nomor kulit = 3
Jumlah elektron valensi = 1
Jadi 11Na terletak pada periode 3 golongan IA
Contoh 2 :
19K = 1s², 2s²,2p6 , 3s2, 3p6 , 4s1
Nomor kulit = 4
Jumlah elektron valensi = 1
Jadi 19K  terletak pada periode 4 golongan IIA
BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil diskusi yang telah kami uraiakan tentang “Sistem Periodik Unsur” dapat diambil kesimpulan bahwa:
1.    Pembuatan sistem periodik unsur oleh para ilmuan terdahulu sangat bermanfaat untuk kelangsungan ilmu kimia dan manfaatnya bagi kehidupan manusia sekarang ini.
2.    Ilmu kimia adalah disiplin ilmu yang cukup mengasikkan bila kita tahu dan mengerti seluk beluk ilmu ini.
3.    Konfigurasi elektron salah satu bahan dasar untuk memahami tentang ilmu kimia lebih lanjut.

B.    SARAN
Untuk memenuhi pembahasan dan kesimpulan diatas, penulis memberikan saran sebagai berikut :
1.    Bagi mahasiswa/mahasiswi untuk menambah pengetahuan pada materi ini setiap anak sehendaknya mempunyai buku atau banyak membaca tentang bab ini.
2.    Untuk menambah wawasan maka dilakukan diskusi antar teman bila ada kekurangan minta bantuan dosen untuk menambahkannya.









DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas.standar kompetensi dasar mata pelajaran kimia.2003
Isnardianti, sri.kimia.solo:cv.sindunata
www.kimia .com




Pertanyaan :
1.    Apa kelebihan system periodic meendelev?
2.    apa kekurangan system periodic hokum triad, huku oktaf dan meendelev?
3.    mengapa jari-jari atom dari kiri kekanan semakin pendek?
4.    mengapa hydrogen tidak termasuk golongan alakali?
5.    mengapa helium tidak termasuk alkali?
6.    mengapa ilmuan menciptakan rumus system periodic unsure?


Jawab:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer